Jaringan Broadband
SUDARMIN (2009020217)
NAJWA SOFYAH (2009020087)
KELAS : TI. B
PROGRAM STUDI TEHNIK INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
STMIK HANDAYANI MAKASSAR
2011
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Era booming Internet broadband tampaknya sudah memasuki hampir setengah dekade dalam sejarah evolusi Internet. Seiring perkembangan ini Para pengguna Internet khususnya di Indonesia sudah mulai melirik broadband sebagai media komunikasi Internet utamanya. Dalam perkembangannya jaringan Internet broadband cukup banyak berkembang baik dari segi teknologinya maupun produk-produknya yang dilempar ke pasaran oleh penyedia jasa Internet. Bila kita menggunakan dial-up, dapat mengambil menit hanya untuk satu halaman sederhana untuk beban. Dengan koneksi broadband, Anda mencari di lebih seperti 30 detik per halaman untuk memuat.
Jalur lebar ( Broadband) sering dipanggil internet kecepatan-tinggi, karena biasanya memiliki kecepatan aliran data yang tinggi. Umumnya, hubungan ke pelanggan dengan kecepatan 256 kbit/d (0,256Mbit/d) atau lebih dianggap sebagai internet jalur lebar. International Telecommunication Union Sektor Standarisasi (ITU-T) rekomendasi I.113 mendefinisikan jalur lebar sebagai kapasitas pengiriman yang lebih cepat dari kecepatan utama ISDN pada 1,5 sampai 2 Mbit/d. Definisi FCC dari broadband sekitar 200 kbit/d dalam satu arah, dan jalur lebar canggih paling tidak 200 kbit/d dalam dua arah. OECD mendefinisikan jalur lebar sebagai 256 kbit/d dalam paling tidak satu arah dan kecepatan ini yang paling diterima di seluruh dunia.
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis akan memberikan penjelasan untuk mengatasi masalah yang dihadapi yang dituangkan dalam bentuk makalah yang berjudul “Jaringan Broadband”.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan di jelaskan dalam makalah ini yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan Jaringan Broadband?
2. Mengapa memilih broadband?
3. Bagaimana sejarah perkembangan Broadband?
4. Apa saja jenis-jenis dari layanan Broadband?
5. Berikan contoh Penggunaan Layanan Broadband, dan dimana digunakan?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan jaringan Broadband.
2. Menjelaskan alasan mengapa memilih broadband.
3. Menjelaskan sejarah perkembangan Jaringan Broadband
4. Menjelaskan jenis-jenis dari layanan Broadband.
5. Menjelaskan Contoh Penggunaan Layanan Broadband, dan dimana penggunaannya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar Broadband
Defenisi umum broadband adalah proses pengiriman dan penerimaan data melalui sistem jaringan telekomunikasi dengan kecepatan tinggi. Umumnya kecepatan mulai dari 256 kbps sampai dengan 100 Mbps yang terhubung dengan perangkat pengguna/ pelanggan disebut broadband
Defenisi broadband tidak ada yang spesifik, namun yang sama adalah dalam penggunaan kata “kecepatan tinggi” (high speed). Menurut ITU-T, kecepatan tinggi broadband melampaui kecepatan ISDN-PRA (>2 Mbps). Sementara dinegara India kecepatan tinggi broadband adalah 128Kbps.
Sesuai dengan perkembangan teknologi multimedia maka kebutuhan bandwidth untuk satu penggan saat ini diperlukan sekitar 14 Mbps dengan alokasi internet 2 Mbps, data 4 Mbps, HDTV 8 Mbps. Saat ini diindoensia, broadband provider hanya menyediakan infrastruktur dengan kecepatan 64/384 Kbps s/d 128/512 Kbps. Kecepatan pengiriman data dari pelanggan ke server (upload) selain lebih kecil dari penerimaan data dari server (download). Contoh 64/384 Kbps artinya upload speed 64 Kbps dan download speed 384 Kbps.
Kenapa kecepatan upload <>
B. Keunggulan Jaringan Broadband
Teknologi Internet broadband adalah teknologi jaringan internet dengan kecepatan transfer yang sangat cepat, transfer yang biasa dijanjikan oleh servis broadband adalah sampai sekitar 128 Kbps atau lebih. Meskipun jalur data yang disediakan untuk penggunanya sangat lebar, teknologi Internet broadband biasanya jalur ini akan dibagi dengan pengguna sekitarnya. Namun jika tidak ada yang menggunakan, maka Anda akan menggunakan sepenuhnya jalur lebar tersebut.
Jaringan Internet broadband dapat digunakan oleh banyak kalangan, mulai dari pelajar, pehobi game, sampai dengan kantor-kantor kecil dan kantor cabang yang ingin terkoneksi dengan kantor pusatnya dengan kecepatan cukup tinggi. Mengapa mereka harus mempertimbangkan broadband?
Broadband menjadi begitu terkenal tidak lain karena teknologi jaringan Internet umum seperti dial-up sudah tidak memadai lagi untuk digunakan dalam aplikasi saat ini. Pada umumnya, aplikasiaplikasi tersebut menuntut Internet yang berkecepatan tinggi dengan waktu tempuh data yang tidak lama. Maka dari itulah, broadband berkembang sebagai solusi yang tepat dengan kemampuannya dan juga keekonomisannya.
Broadband dapat dikatakan koneksi yang cukup ekonomis, karena dengan membayar biaya yang relatif murah, Anda bisa mendapatkan koneksi Internet yang cukup cepat meski tidak seterusnya bisa demikian. Dengan biaya yang tidak terlalu besar, Anda bisa menjalankan berbagai macam aplikasi boros bandwidth, namun tidak dijamin kelancarannya ketika banyak pengguna sedang terkoneksi.
Selain itu, coverage area dari koneksi broadband juga sering menjadi kelemahannya. Area coverage dari teknologi ini memang belum bisa terlalu luas karena memang ada keterbatasan teknis. Di sinilah nilai plus dan minus nya produk Internet broadband.
C. Perkembangan jaringan Broadband
Pada awal mula perkembangan broadband, perusahaan telekomunikasi menggunakan kabel tembaga sebagai media transmisinya, namun permasalahannya servis-servis yang dapat ditawarkan sangat terbatas. Permasalahan ini disebabkan oleh keterbatasan bandwidth yang dapat dipergunakan.
Seiring dengan berjalannya waktu, mucullah teknologi baru yang pelayanannya menggunakan bandwidth lebih besar, teknologi ini disebut broadband. Salah satu teknologi broadband tersebut adalah DSL yang dapat memberikan layanan triple plays ( voice, video dan data) Teknologi-teknologi lainnya yang mendukung layanan triple plays adalah : HFC cables, wireless dan fiber optik yang menggunakan system PON ( Passive Optical Network ). Pertengahan tahun 90an adalah saat-saat penting dari perkembangan telekomunikasi, dimana pada masa itu mulai diimplementasikan teknologi-teknologi baru seperti :
SONET (Synchronous Optical Network),
1. ATM (Asynchronous Transfer Mode),
2. Frame Relay dan
3. ISDN (Integrated Services Digital Network)
Dengan munculnya teknologi-teknologi baru tersebut, kinerja perusahaan telekomunikasi menjadi semakin lambat dan pendapatanpun berkurang. Untuk menyiasatinya, di mulailah bisnis baru dengan layanan baru untuk menciptakan pendapatan baru. Pada saat bersamaan kompetitor perusahaan telekomunikasi, Cable operator atau MSO (Multisystem Operator), memulai era persaingan baru. Sehingga pada pertengahan sampai akhir tahun 90an terjadi persaingan sengit diantara dua perusahaan tersebut. Pada saat itu MSO sudah menggunaan HFC cable ( Hybrid Fiber Coaxial), sementara perusahaan telekomunikasi menggunakan twisted pair coaxial.
Kemudian muncul teknologi baru yang disebut ADSL, perusahaan telekomunikasi menganggap ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan bidang usahanya, yaitu layanan broadband video, yang menggunakan spectrum frekuensi yang tidak terpakai pada kabel tembaga yang ada. Pada saat itu perusahaan telekomunikasi mengira bahwa layanan video on demand akan menarik minat banyak pelanggan.
Namun pada saat bersamaan, internet muncul dan langsung masuk dan berkembang di pasaran dengan perkembangan yang sangat pesat. Sehingga ADSL yang pada mulanya difokuskan untuk layanan video streaming to the home, mulai dikembangkan untuk layanan data internet, sehingga dalam satu media transmisi dapat dilayani tiga buah layanan yaitu voice, video dan data.
D. Layanan Jaringan Broadband
Adapun jenis-jenis layangan jaringan broadband adalah sebagai berikut:
1. X-DSL
X-DSL (dari bahasa Inggris: Digital Subscriber Line) adalah satu set teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat. Biasanya kecepatan downolad dari DSL berkisar dari 128 kbit/d sampai 24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut.
“X” berarti tipe atau jenis teknologi seperti HDSL, ADSL, IDSL, SDSL, VDSL dan lain-lain. x-DSL mampu membawa informasi suara dan data (termaksud gambar atau video) untuk data dengan kecepatan bervariasi (32Kbps sampai dengan 8 Mbps). Karena menggunakan kabel telpon, maka x-DSL menyediakan bandwidth frekwensi secara dedicated (no-share bandwidt)
2. ADSL.
ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) adalah teknologi akses, yang memungkin terjadinya komunikasi data, voice dan video secara bersamaan, menggunakan jarring akses kabel tembaga 1 pair. Disebut asimetrik karena kecepatan transmisi dari sentreal ke pelanggan (downstream) tidak sama dengan rate transmisi dari arah pelanggan ke sentral (upstream). Bit rate downstream ± 8 Mb/s, upstream ± 640 Kb/s. aplikasi ini digunakan untuk menyalurkan layanan broadband.
Komponen Pembangun ADSL: Modem ADSL, DSLAM, Remote DSLAM, ATM Swict, Bras, Radius, NMS
3. SONET
Synchronous optical network (SONET) menawarkan biaya transport yang efektif pada jaringan akses dan jaringan inti atau core. Lapisan optic menyediakan transport untuk apliksai jarak jauh. Dia uga secara langsung mensupport layanan data. Keuntungan SONET adalah dapat memberikan fungsionalitas yang bagus baik pada jaringan kecil, medium, maupun besar.
E. Contoh Pengaplikasian Layanan Broadband
1. Internet satelit
Hubungan ini menggunakan sebuah satelit di orbit geostationary untuk meneruskan data dari perusahaan satelit ke setiap pelanggan. Internet satelit merupakan salah satu cara paling mahal untuk mendapatkan akses internet jalur lebar, namun di daerah pedesaan cara ini mungkin adalah satu-satunya cara. Namun biaya terus menurun dalam waktu-waktu belakangan ini dan dapat bersaing dengan pilihan kecepatan tinggi lainnya.
2. ISP tanpa kabel
Koneksi ini biasanya menggunakan sistem radio Wi-Fi IEEE 802.11 untuk menghubungkan titik yang berjauhan, tetapi juga dapat menggunakan sistem komunikasi radio tenaga-tinggi lainnya.
3. T-1/DS-1
T-1/DS-1 adalah satu jenis hubungan yang memungkinkan bagi pelanggan di pedesaan yang menginginkan kecepatan jalur lebar, tetapi biayanya sangat tinggi tergantung jarak ke penyedia.
F. Kesimpulan
Broadband adalah proses pengiriman dan penerimaan data melalui sistem jaringan telekomunikasi dengan kecepatan tinggi. Umumnya kecepatan mulai dari 256 kbps sampai dengan 100 Mbps yang terhubung dengan perangkat pengguna/ pelanggan disebut broadband.
Broadband menjadi begitu terkenal tidak lain karena teknologi jaringan Internet umum seperti dial-up sudah tidak memadai lagi untuk digunakan dalam aplikasi saat ini. Pada umumnya, aplikasiaplikasi tersebut menuntut Internet yang berkecepatan tinggi dengan waktu tempuh data yang tidak lama. Maka dari itulah, broadband berkembang sebagai solusi yang tepat dengan kemampuannya dan juga keekonomisannya.
Adapun jenis-jenis layangan jaringan broadband adalah X-DSL, ADSL, SONET, dan lain-lain. Dan untuk untuk contoh pengaplikasian broadband adalah seperti internet satelit, ISP tanpa Kabel, dan T-1/DS-1
BAB III
PENUTUP
Meski telah berusaha semaksimal mungkin, namun sebagai insan biasa penulis menyadari dalam makalah ini masih terdapat kekurangan-kekurangan sehingga apa yang kami utarakan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami selaku penulis senangtiasa mengharapkan saran dan kritikan para pembaca yang sifatnya membangun kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Broadband, Di akses pada hari Selasa, 11 Januari 2011
http://wartaduniamaya.blogspot.com, Diakses pada hari Selasa, 11 Januari 2011
1 komentar
yuhuu...bermanfaat sekali min
timah solder
Posting Komentar